Visitors
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3
mod_vvisit_counterKemarin94
mod_vvisit_counterMinggu ini208
mod_vvisit_counterMinggu kemarin121
mod_vvisit_counterBulan ini706
mod_vvisit_counterBulan kemarin607
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung41262

Today: Nov 28, 2014

HISTORIS KALIMANTAN TENGAH


Pada abad ke-14 di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari Kerajaan Negara Dipa atau dikenal dengan Amuntai. Dimana kerajaan ini merupakan bagian dari penaklukan Kerajaan Majapahit. Maharaja Suryanata merupakan Gubernur Majapahit yang memerintah di kerajaan penaklukan tersebut. Wilayahnya mulai dari Tanjung Silat hingga Tanjung Puting.

Setelah keruntuhan Maajapahit, pada abad ke-16 Kalimantan Tengah termasuk di dalam kekuasaan Kerajaan Banjar yang kala itu memindahkan Ibukota Kerajaan Dipa ke hilir Sungai Barito tepatnya di Kota Banjarmasin. Dimana perluasan wilayah dari kerajaan ini meliputi daerah dari Tanjung Sambar hingga Tanjung Aru. Pada kala ini sering kali terjadi konflik peperangan serta revolusi yang diwarnai oleh tradisi pemotongan kepala atau yang dikenal dengan nama ngayau.

Pada sekitar abad ini, Kongsi Dagang Belanda atau dikenal dengan nama VOC masuk ke dalam Pulau Kalimantan. Tercatat pada tahun 1637 VOC melakukan kontak pertama dengan Kerajaan Kotawaringin dimana kala itu dipimpin oleh seorang Raja yang bergelar Ratu Kota Ringin.

Kerajaan Kotawaringin merupakan kerajaan bentukan Kesultanan Banjar setelah masuknya pengaruh Islam melalui penguasaan Kesultanan Demak di bagian selatan.

Keinginan VOC untuk dapat mengeksploitasi kekayaan alam Kalimantan melahirkan penaklukan yang menyebabkan peperangan besar melawan VOC terjadi di daerah Pematang Sawang, Kota Bataguh dimana pejuang-pejuang yang terkenal seperti Nyai Undang, Tambun Bungai (namanya kelak di abadikan menjadi nama Kodam XI), Andin Sindai dan Tawala Rawa Raca. Pada masa itu Sultan Banjar mengadakan perjanjian dengan VOC yang menghasilkan traktat tertanggal 13 Agustus 1787 dimana Sunan Nata Alam dari Banjarmasin menyerahkan daerah-daerah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada VOC-Hindia Belanda. Sedangkan wilayah Kesultanan Banjar yang luas menjadi menyempit dengan sisa wilayahnya sepanjang Kuin Utara, Martapura hingga Tamiang Layang serta Mengkatip menjadi daerah protektoratHindia Belanda. Menurut catatan sejarah, berdasarkan Staatsblad van Nederlandisch Indie di tahun 1849, daerah-daerah ini tergolong sebagai negara dependen dan distrik di dalam Kesultanan Banjar.

Keingintahuan penjajah Belanda untuk mengeksplorasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah mendorong mereka untuk melakukan penjelajahan ke dalam hutan di dalam rimba Kalimantan Tengah, selain itu dapat dipergunakan untuk memperkuat kedudukan mereka. Namun para suku-suku pedalaman tidak begitu saja menerima para penjajah yang menjelajah tersebut sehingga kerapkali terjadi pertempuran. Perlawanan ini terus berlanjut hingga awal abad ke 19 tepatnya pada tahun 1905 Sultan Mohamad Seman gugur di dalam pertempuran melawan Belanda di Sungai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu. Di dalam masa penjajahan suku Dayak di Kalimantan Tengah meskipun sudah bersosialisasi dengan pendatang namun mereka tetap berada di lingkungannya sendiri dan banyak generasi-generasi muda dayak yang telah mengenyam pendidikan formal yang nantinya menjadi cikal bakal perkembangan masyarakat Kalimantan Tengah. Dayak Muda itu seperti Hausman Babu, M. Lampe , Philips Sinar, Haji Abdulgani, Sian, Lui Kamis, Tamanggung Tundan, dan masih banyak lainnya. Mereka sebagai pelopor berdirinya Serikat Dayak dan Koperasi Dayak yang nantinya akan berkembang sebagai Pakat Dayak dan mempunyai cabang hingga di seluruh Kalimantan. Hingga bubarnya kekuasaan Belanda pada tahun 1945, para penjajah tidak mampu menguasai Kalimantan secara menyeluruh dan berbeda dari daerah-daerah di Indonesia yang pada masa penjajahan seluruhnya dapat dikuasai oleh Belanda.

 
Calendar Event
Last month November 2014 Next month
M T W T F S S
week 44 1 2
week 45 3 4 5 6 7 8 9
week 46 10 11 12 13 14 15 16
week 47 17 18 19 20 21 22 23
week 48 24 25 26 27 28 29 30
Banner
Banner