Visitors
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini7
mod_vvisit_counterKemarin27
mod_vvisit_counterMinggu ini101
mod_vvisit_counterMinggu kemarin183
mod_vvisit_counterBulan ini661
mod_vvisit_counterBulan terakhir723
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung53959

Today: Sep 24, 2014

Anjungan Papua

Mengunjungi Anjungan Papua T...

Propinsi Papua

Propinsi Papua merupakan sal...

Arti & Lambang

Papua sebagai salah satu pro...

Anjungan

Rumah Kariwari suku Tobati-E...

Sambutan Plt Anjungan Papua

Assalamualaikum Wr. Wb dan S...

  • Anjungan Papua

  • Propinsi Papua

  • Arti & Lambang

  • WEB UTAMA

  • Anjungan

  • Sambutan Plt Anjungan Papua

Propinsi Papua merupakan salah satu propinsi yang menjadi bagian dari wilayah Republik Indonesia. Dimana terletak di bagian paling timur wilayah Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Sebagai sebuah wilayah yang berdaulat, Propinsi Papua memiliki luas wilayah sekitar 420.540 km2. Wilayah Papua merupakan sebuah wilayah yang memiliki banyak potensi serta kekayaan alam yang melimpah.

Pada masa dahulu, Propinsi Papua lama mencakup seluruh wilayah di Pulau Irian Jaya bagian barat sehingga sering dikenal dengan sebutan Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai gerakan separatis yang melakukan perlawanan dan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat, pada periode Kolonialisme Belanda, wilayah Papua dikenal dengan sebutan Nugini Belanda yang di dalam bahasa Belanda di sebut Nederlands Nieuw-Guinea. Sedangkan setelah masa kemerdekaan dan pasca Operasi TRIKORA untuk merebut Irian Barat dari Belanda serta Hasil dari Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969, wilayah ini dikenal dengan nama Propinsi Irian Barat hingga tahun 1973.

Nama Irian Barat kemudian berganti menjadi Irian Jaya pada masa Orde Baru oleh Presiden Soeharto saat meresmikan tambang tembaga dan emas milik PT Freeport Indonesia. Irian Jaya sendiri merupakan sebuah singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti-Nederlands" . Nama Irian Jaya dipergunakan hingga tahun 2001. Sekitar tahun ini, Propinsi ini berganti menjadi Propinsi Papua berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otonomi Khusus Papua.

Pada tahun 2003, Pemerintah Republik Indonesia memekarkan Propinsi Papua menjadi 2 (dua) yaitu :

  1. Papua di bagian timur pulau dengan tetap menggunakan nama Propinsi Papua
  2. Papua di bagian barat pulau sebagai Propinsi Papua Barat

Secara geografis kewilayahan, Propinsi Papua berbatasan dengan wilayah di sekitarnya. Adapun batas-batas wilayah Propinsi Papua meliputi :

  • Di sebelah utara dengan Samudera Pasifik
  • Di sebelah selatan dengan Samudera Hindia, Laut Arafuru dan Teluk Carpentaria di Australia
  • Di sebelah barat berbatasan dengan Propinsi Papua Barat
  • Di sebelah timur berbatasan dengan Negara Papua Nugini

Secara administratif, Pemerintah Propinsi Papua membawahi 278(dua puluh delapan) Kabupaten dan 1 (satu) Kota (Ibukota). Adapun Kabupaten/Kota di Propinsi Papua meliputi :

  • Kota Jayapura
  • Kabupaten Asmat dengan Ibukota Agats
  • Kabupaten Biak Numfor dengan Ibukota Biak
  • Kabupaten Boven Digoel dengan Ibukota Tanah Merah
  • Kabupaten Deiyai dengan Ibukota Tigi
  • Kabupaten Dogiyai dengan Ibukota Kigamani
  • Kabupaten Intan Jaya dengan Ibukota Sugapa
  • Kabupaten Jayapura dengan Ibukota Sentani
  • Kabupaten Jayawijaya dengan Ibukota Wamena
  • Kabupaten Keerom dengan Ibukota Waris
  • Kabupaten Kepulauan Yapen dengan Ibukota Serui
  • Kabupaten Lanny Jaya dengan Ibukota Tiom
  • Kabupaten Mamberamo Raya dengan Ibukota Burmesso
  • Kabupaten Mamberamo Tengah dengan Ibukota Kobakma
  • Kabupaten Mappi dengan Ibukota Kepi
  • Kabupaten Merauke dengan Ibukota Merauke
  • Kabupaten Mimika dengan Ibukota Timika
  • Kabupaten Nabire dengan Ibukota Nabire
  • Kabupaten Nduga dengan Ibukota Kenyam
  • Kabupaten Paniai dengan Ibukota Enarotali
  • Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Ibukota Oksibil
  • Kabupaten Puncak dengan Ibukota Ilaga
  • Kabupaten Puncak Jaya dengan ibukota Kotamulia
  • Kabupaten Sarmi dengan Ibukota Sarmi
  • Kabupaten Supiori dengan Ibukota Sorendiweri
  • Kabupaten Tolikara dengan Ibukota Karubaga
  • Kabupaten Waropen dengan Ibukota Botawa
  • Kabupaten Yahukimo dengan Ibukopta Sumohai
  • Kabupaten Yalimo dengan Ibukota Elelim

Kelompok Suku Asli Papua terdiri dari 255 Suku yang memiliki bahasa masing-masing. Suku-suku tersebut diantaranya masih banyak yang terisolasi dan belum tersentuh oleh peradaban luar. Beberapa suku-suku di Papua yang telah dikenali antara lain :

  • Suku Ansus
  • Suku Amungme
  • Suku Asmat
  • Suku Ayamaru (yang mendiami daerah Sorong)
  • Suku Bauzi
  • Suku Biak
  • Suku Dani
  • Suku Empur (yang mendiami wilayah Kebar dan Amberbaken)
  • Suku Hatam (yang mendiami daerah Ransiki dan Oransbari)
  • Suku Iha
  • Suku Komoro
  • Suku Mee (yang mendiami daerah Pegunungan Paniai)
  • Suku meyakh (yang mendiami Kota Manokwari)
  • Suku Moskona (yang mendiami daerah Merdei)
  • Suku Nafri
  • Suku Sentani (yang mendiami di wilayah Danau Sentani)
  • Suku Souk (yang mendiami daerah Anggi dan Meyambou)
  • Suku Waropen
  • Suku Wamesa
  • Suku Muyu
  • Suku Tobati
  • Suku Enggros
  • Suku Korowai
  • Suku Fuyu


Sumber Daya Alam

Propinsi ini memiliki kekayaan alam yang besar. Dimana sektor pertambangannya mampu memberikan kontribusi lebih dari 50% perekonomian Papua. Sektor Pertambangan unggulan propinsi ini adalah tembaga, minyak, gas, dan emas. Menurut penelitian, total kekayaan alam pertambangan Papua terdiri dari 2,5 Miliar ton batuan biji emas dan tembaga; 6,3 Juta ton Batu Bara, 190,000 ha areal penghasil Batu Gamping, 21,5 Juta ton Pasir Kuarsa, Batu Marmer sebesar 350 Juta ton dan lain sebagainya.


Potensi Hutan Cendrawasih

Sekitar 90% dari daratan Papua merupakan kawasan hutan. Dimana luas wilayah hutan di Papua mencapai 31.079.185,77 ha yang terdiri atas :

  1. Hutan Konservasi yang memiliki areal seluas 6.346.923,05 ha (20,71%).
  2. Hutan Lindung yang memiliki areal seluas 7.475.821,5 ha (24,05%).
  3. Hutan Produksi Tetap yang memiliki areal seluas 8.171.606,57 ha (26,3%).
  4. Hutan Konversi yang memiliki areal seluas 6.354.726 ha (20,45%).


Potensi Perkebunan Papua

Di sektor perkebunan, Papua memiliki lebih kurang sekitar 5.459.225 ha lahan yang ada. Dimana sekitar 160.547 ha sudah dimanfaatkan untuk perkebunan rakyat maupun perkebunan besar dengan komoditas unggulan yang terdiri dari :

  1. Sawit dengan total produksi sekitar 31.021 ton.
  2. Kakao dengan total produksi 11.363 ton.
  3. Kopi Arabica dengan total produksi 2.583 ton.
  4. Buah Merah dengan total produksi 1.889 ton.
  5. Karet dengan total produksi 1.458 ton.

 


 
Calendar Event
September 2014
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
Banner
Banner