Visitors
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1
mod_vvisit_counterKemarin13
mod_vvisit_counterMinggu ini1
mod_vvisit_counterMinggu kemarin133
mod_vvisit_counterBulan ini414
mod_vvisit_counterBulan kemarin726
mod_vvisit_counterTotal pengunjung31532

Today: Apr 21, 2014

Anjungan Sumatera Barat

Sumatera Barat yang lebih di...

Lambang Sumatera Barat

ARTI BENTUKBentuk perisai pe...

Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah salah ...

Sambutan Kepala UPTD Anjungan Sumatera Barat

Assalamualaikum Wr. Wb dan S...

Legenda Bujang Sembilan

Kabupaten Agam sebagai salah...

  • Anjungan Sumatera Barat

  • Lambang Sumatera Barat

  • Sumatera Barat

  • Sambutan Kepala UPTD Anjungan Sumatera Barat

  • Legenda Bujang Sembilan

  • HUT TMII

Sumatera Barat yang lebih dikenal dengan sebutan Minangkabau atau Ranah Minagkabau adalah salah satu propinsi di Indonesia, yang terletak di pesisir pantai Barat Pulau Sumatera. Minangkabau merupakan salah satu budaya etnis di Indonesia, yang mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang, memiliki keunikan serta kekayaan budaya yang begitu beragam. Sistem sosial dan budayanya, berbeda dengan etnis lainnya di Indonesia yang umumnya berdasarkan sistem patrilinear (garis keturunan bapak) bukan sistem matrilinear (garis keturunan ibu) sebagaimana yang berlaku di Minangkabau.


Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini "Indonesia Indah" merupakan salah satu dari tempat yang disediakan dan dapat dijadikan wadah untuk menyelenggarakn kegiatan  yang bersifat kedaerahan oleh masyarakat Minang yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Fungsi utama dari Anjungan Sumatera Barat yang dibangun oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat adalah sebagai pusat promosi dan informasi daerah, terutama yang berhubungan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Minangkabau serta berbagai jenis dan bentuk daerah tujuan wisata yang terdapat di Sumatera Barat.

Anjungan Sumatera Barat dalam pengelolaan dan kegiatan mempunyai fungsi ganda. Disatu sisi anjungan berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari segala kepentingan pemerintah provinsi yaitu menjadi media promosi dan informasi daerah dan fungsi lainnya ialah untuk menampung serta menyalurkan segala aspirasi dan keinginan masyarakat daerahnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang secara tradisi dilakukan di daerah.

Sebagai bagian dari kesatuan promosi Budaya Indonesia, maka penampilan dan penyajian acara serta kegiatan lainnya di Anjungan Sumatera Barat, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dirancang secara menyeluruh dari kegiatan yang diselenggarakan di Taman Mini "Indonesia Indah".


2. Tujuan Dan Sasaran

Anjungan Provinsi Sumatera Barat di Taman Mini cukup aktif berperan sebagai media promosi dan informasi tentang budaya dan wisata di daerah, karena budaya dan wisata tersebut merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Minang. Corak informasi dan promosi yang diperlihatkan di dalam anjungan ini berupa arsitektur tradisional, keragaman seni dan tradisi, keindahan alam yang disajikan melalui pameran tetap. Dan yang menarik ialah ditampilkannya berbagai kegiatan berciri kehidupan masyarakat Minangkabau dengan berbagai dimensi kehidupan budayany, melalui berbagai acara dan upacara adat.

Anjungan Sumatera Barat juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan edukasi yang dapat menambah wawasan sosial, pariwisata, dan seni budaya bagi masyarakat Minangkabau, pengunjung umum dan wisatawan domestik atau mancanegara dengan tujuan dapat meningkatkan apresiasi mereka terhadap keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.

Melalui program dan pelayanan yang direncanakan dengan baik oleh Pengelola Anjungan Daerah Sumatera Barat, diharapkan masyarakat memperoleh gambaran yang jelas dan menikmati apa dan bagaimana wajah Ranah Minangkabau yang sesungguhnya, corak serta ciri kehidupan masyarakatnya.

3. Pengelolaan Anjungan

Anjungan-anjungan daerah yang berada di Taman Mini Indonesia Indah merupakan aset negara yang oleh pemerintah pusat yang dalam hal ini Sekretariat Negara RI diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah provinsi masing-masing untuk kepentingan provinsi dimaksud. Sistem pengelolaan yang diberlakukan pada seluruh anjungan adalah sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri pada dasarnya mempunyai pola yang sama.

Anjungan Sumatera Barat secara administrasi pengelolaannya dilaksanakan oleh Kepala Kantor Penghubung Provinsi. Untuk melaksanakan kegiatan harian, pengelolaan dijalankan  oleh Kegiatan Operasional Pelaksana Harian berjalan di bawah pembinaan Kepala Bidang Promosi Kantor Penghubung.

4. Data Fisik

Anjungan provinsi Sumatera Barat dibangun di atas lahan seluas 8800 m2 dengan posisi sebagai berikut :

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Arsipel Indonesia
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Taman Among Putro
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Anjungan Sumatera Utara
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Anjungan Daerah Riau

Anjungan Sumatera Barat mempunyai empat bangunan yaitu :

  • Bangunan utama terdiri atas dua lantai, lantai atas berfungsi sebagai ruang pameran dan ruang bawah dijadikan Kantor Pengelola yang lengkap dengan bangunan Rangkiang.
  • Balairung yang digunakan untuk kegiatan acara kesenian dan upacara lainnya.
  • Sebuah surau yang setiap saat digunakan untuk beribadah.
  • Bangunan tempat pameran dan penjualan cindera mata.

5. Fasilitas Dan Pelayanan

Untuk mendukung segala kegiatan yang diselenggarakan oleh Pelaksana Harian di Anjungan Provinsi Sumatera Barat, disediakan fasilitas-fasilitas yang diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu dalam memberikan pelayanan terhadap pengunjung, yaitu :

  • Kantor badan pengelola.
  • Ruang Perpustakaan, menyediakan buku serta informasi.
  • Sebuah Rumah Makan yang setiap hari menyediakan makan khas Minang.
  • Kios yang menyediakan cendramata khas Minang.
  • Toilet Umum.

6. Tampilan Ruang

1.   Ruang Luar

Anjungan Provinsi Sumatera Barat yang terletak di bagian Selatan dari Taman mini berada pada posisi yang strategis, sehingga posisinya dapat terlihat langsung oleh pengunjung. Dan faktor lain yang mendukung keberadaan Anjungan Provinsi Sumatera Barat adalah bentuk bangunannya yang khas, ukiran ragam hias yang indah serta warna yang dominan, mengundang perhatian pengunjung untuk mengetahui dan ingin mengenal anjungan lebih dekat lagi. Untuk memasuki area Anjungan Provinsi Sumatera Barat disediakan empat buah pintu gerbang yang terdapat empat sisi lokasi anjungan daerah ini, berikut sebuah jalan tembus yang menghubungkannya dengan Anjungan Provinsi Sumatera Utara. Keempat pintu gerbang tersebut mempunyai lebar sekitar 4 m, dibuat dari bahan besi dan diberi atap ijuk dengan bentuk khas atap Rumah Minangkabau.

Bangunan utama adalah Rumah Gadang nerupakan replika dari Rumah Gadang Istana Pagaruyung, dan dibuat menghadap ke selatan. Rumah Gadang yang ada di Taman Mini  mengambil model Rumah Gadang Sembilan Ruang Empat Deret. Bangunan ini aslinya berdiri di atas tiang, dan kolong bangunan dibiarkan tanpa dinding. Namun di Taman Mini kolongnya difungsikan menjadi ruang perkantoran dimana pengelolaan aktifitas anjungan.

Di halaman depan Rumah Gadang terdapat dua buah bangunan kecil yang disebut Rangkiang dan keduanya merupakan Lumbung Padi dengan fungsi yang berbeda. Rangkiang yang berada disebelah timur dibuat dengan enam tiang penyangga disebut dengan Sitinjau Lauik, dan yang sebelah Barat yang dibuat dengan empat buah tiang penyangga, disebut Sitangguang Litak atau Sibayau-bayau.

Di sebelah Timur anjungan ini terdapat sebuah bangunan yang disebut Balairung, yang bentuk serta ukurannya menyerupai Rumah Gadang, akan tetapi dengan fungsi penggunaan berbeda. Balairung merupakan tempat untuk bermusyawarah para ninik dan mamak. Namun di Taman Mini Indonesia Indah, bangunan ini digunakan untuk ruang memperkenalkan berbagai aspek budaya dan juga difungsikan sebagai balai pertemuan dan tempat aktifitas kesenian.

Di sebelah Timur dari Rumah Gadang dengan posisi agak ke Utara, berdiri sebuah surau yang disediakan untuk pengunjung Anjungan Sumatera Barat. Surau ini merupakan replikan tradisional dari sebuah Mesjid yang terdapat di Sumatera Barat. Dan agak Timur dari Surau dan sejajar sebelah Utara dari Bangunan Balairung, oleh pengelola Anjungan dibangun dua buah kios. Kios pertama difungsikan sebagai tempat penjualan cendramata hasil dari kerajinan tradisional masyarakat Sumatera Barat, dan kios kedua berfungsi sebagai rumah makan yang menyediakan berbagai jenis makan khas Minangkabau.

2.    Ruang Dalam

Ruang dalam yang dijelaskan adalah ruang dilantai atas Rumah Gadang yang dijadikan untuk tempat mengadakan pameran tetap. Benda yang dipamerkan dalam ruang ini merupakan benda khasn yang secara tradisi digunakan oleh masyarakat Minangkabau atau yang terdapat secara khusus di Sumatera Barat, ruang atas bangunan dipakai untuk memperkenalkan berbagai aspek tradisionalnya, antara lain : contoh busana Adat, Pelaminan Penganten Padang Pariaman, Kain Songket Silungkang dan seperangkat Musik Talempong.

7. Pengisian

Anjungan Sumatera Barat juga menyelenggarakan acara-acara pertunjukan dan upacara Tradisional Minang serta kegiatan lainnya yang diadakan di Balairung dan halaman-halaman di sekitar Rumah Gadang. Acara menarik yang disajikan bertujuan memperkenalkan kesenian tradisional dan adat istiadat masyarakat Minangkabau kepada para pengunjung.

Program pertunjukan kesenian dilaksanakan secara periodik dan teratur menurut jadwal. Daftar acara dan jadwal kegiatan dimaksud disediakan di bagian Promosi Anjungan Sumatera Barat. Dan Masyarakat yang datang berkunjung ke anjungan dapat menyaksikan acara yang disediakan tanpa dipungut biaya.

Pelaksanaan acara khusus merupakan Paket Budaya yang diselenggarakan pada malam hari. Materi yang disajikan dalam paket budaya tersebut adalah kegiatan kegiatan yang berkaiatan dengan adat istiadat serta upacara-upacara yang pernah dilakukan di daerah. Selain itu Anjungan Daerah Sumatera Barat juga menyediakan tempat serta sarana untuk melayani kegiatan dan acara yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Minangkabau. Pelayanan tempat yang diberikan tersebut, meliputi acara perkawinan, pertemuan adat dan juga penyelenggaraan upacara dari salah satu suku Sumatera Barat yang  berada di Jakarta.

Dalam menyalurkan aspirasi masyarakat yang ingin mengenal dan belajar mengenai kesenian Minangkabau khususnya seni tari, pengelola anjungan telah mendirikan sebuah sanggar tari yang diberi nama "Sanggar Limpapeh". Kegiatan sanggar ini telah berlangsung lebih dari 10 tahun, dan latihan dilakukan dua kali dalam seminggu. Kegiatan sanggar umumnya diikuti oleh anak-anak usia sekolah. Anak didik produk sanggar ini rata-rata telah dapat di andalkan untuk ditampilkan di depan khlayak penonton. Karena itu setiap hari Minggu dan hari libur, selain melaksanakan acara rutinnya berupa aneka tari daerah, juga menjadwalkan acara-acara khususnya secara tetap, antara lain : Lomba Lagu Minang; Parade Tari Minang; Mahoyak Tabuik dan peragaan berbagai upacara adat.

8. Lingkungan

Lingkungan dimana rumah tradisioanal Minangkabau berada dapat dikelompokkan ke dalam dua yaitu, lingkungan di bagian dalam (darek) dan lingkungan dibagian pesisir (pasisie) dari pantai Samudra Indonesia. Sesuai dengan lingkungannya inilah orang Minang menggunakan dan mengembangkan falsafah alam dalam tata kehidupan adatnya, sebagaimana yang diungkapkan dalam pepatah : Alam Takambang Jadikan Guru.

Di Anjungan Sumatera Barat diupayakan penataan lingkungan dengan menanam pohon dan tanaman lainnya yang terdapat dan berciri Alam Minangkabau. Tanaman-tanaman yang dapat dilihat di Anjungan Propinsi Sumatera Barat antara lain adalah :

  • Pohon Kayu Manis
  • Pohon Nangka
  • Pohon Pinang
  • Pohon Kedondong
  • Pohon Kelapa
  • Pohon Cengkeh
  • Pohon Saga
  • Pohon Aren

9. Jenis Bangunan

Komplek Anjungan Provinsi Sumatera Barat dalam penampilannya, merupakan gambaran dari suatu bentuk komunitas dalam sebuah nagari. Dalam sebuah nagari jenis bangunan yang harus ada ialah Rumah Adat, Balai Adat, dan Masjid. Dan ketiga jenis bangunan tersebut dapat ditemui di Anjungan Propinsi Sumatera Barat, dalam ukurannya yang sebenarnya, kecuali masjid mengingat keterbatasan lahan. dibuat dalam sebuah surau.

  • Rumah Adat

Dilihat dari pola kehidupan masyarakatnya rumah tempat tinggak adat / tradisional Minangkabau disebut Rumah Gadang (rumah besar). Dikatakan Gadang, bukan karena fisiknya yang besar, melainkan karena fungsinya selain sebagai tempat kediaman keluarga. Rumah Gadang adalah merupakan perlambang kehadiran satu kaum dalam satu Nagari, serta sebagai pusat kehidupan dan kerukunan seperti tempat bermufakat keluarga kaum dan melaksanakan upacara. Bahkan sebagai tempat merawat anggota keluarga yang sakit.

Rumah Gadang adalah simbol dari ikatan suatu kekerabatan dalam kaum di Minangkabau. Disamping sebagai tempat tinggal keluarga perempuan, juga berfungsi sebagai tempat tempat kegiatan sosial. Setiap penghulu harus membangun rumah gadang ini dengan kaumnya, karena di rumah gadang inilah sebagian besar upacara adat dilaksanakan. Maka Rumah Gadang yang ada di Taman Mini, merupakan replika dari Rumah Gadang Koto Piliang (Garudo Tabang) atau dari Luhak Tanah Datar yang dinamakan Gajah Maharam.

  • Balai Adat

Balai Adat atau lazim disebut Balairung, ialah tempat yang digunakan sebagai tempat para penghulu mengadakan rapat tentang urusan pemerintahan Adat Nagari dan menyidangkan perselisihan atau perkara yang berfungsi sebagai peradilan perdamaian.

Bentuk Balairung sama dengan Rumah Gadang, yaitu dibangun di atas tiang dengan atap yang bergonjong-gonjong. Tepi kolongnya lebih rendah daripada kolong Rumah Gadang. Lantai Balairung ada yang datar dan ada pula yang ditinggikan pada kedua ujung bangunan dimana pada lantai tengah diputus. Pintu masuk adalah dari bagian tengah bangunan yang terlebih dahulu melalui tangga yang terbuat dari kayu. Jendela diatur sebanyak mungkin berdasarkan dua pintu setiap satu ruangan. Yang membedakan  Balairung dengan Rumah Gadang ialah Balairung tidak mempunyai kamar dan dapur.

Demikian pula terlihat pada Balairung yang terdapat di Anjungan Sumatera Barat, dimana bentuk dan ragam yang terlihat sama dengan yang terdapat pada Rumah Gadang. Sedangkan fungsi dari Balairung ini ditujukan untuk keperluan pertemuan ataupun pertunjukan kesenian dan kegiatan upacara tradisional.

  • Masjid / Surau

Menurut adat tradisi adat Minangkabau, masjid hanya boleh didirikan dalam sebuah komunitas yang berskala Nagari dan Koto (bagian dari Komunitas Nagari). Dengan kata lain masjid adalah satu-satunya rumah ibadah yang dapat dipakai untuk sembahyang Jum'at, sedangkan rumah ibadah lainnya seperti surau tidak diperbolehkan. Oleh karena itu di Anjungan Sumatera Barat rumah ibadah yang ada diwakili oleh surau maka untuk selanjutnya akan dibahas mengenai surau.

Surau pada umumnya mempunyai dasar bangunan empat persegi panjang sama dengan Rumah Gadang, akan



 
Calendar Event
Last month April 2014 Next month
M T W T F S S
week 14 1 2 3 4 5 6
week 15 7 8 9 10 11 12 13
week 16 14 15 16 17 18 19 20
week 17 21 22 23 24 25 26 27
week 18 28 29 30
Banner
Banner
Banner